Federal Mobil
05 October 2018

Menilik Bahan Bakar Euro4 di Indonesia, Bagaimana Regulasinya?

Pemerintah saat ini resmi memberlakukan emisi yang mengacu kepada standard regulasi Euro4 sejak bulan Oktober 2018 ini. Seluruh produsen otomotif wajib memproduksi kendaraan yang lolos uji emisi Euro4 tersebut.

Kendaraan yang sudah lolos uji emisi Euro4 sebaiknya juga dibekali dengan bahan bakar Euro4 dan juga pelumas mesin yang sudah berstandard Euro4. Lalu, bagaimana sih regulasi yang berlaku untuk bahan bakar Euro4?

Lewat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penerapan Bahan Bakar Standar Euro 4, pemerintah mewajibkan industri kendaraan bermotor dan penyedia bahan bakar (BBM) untuk menaikkan standar mereka menjadi Euro 4.

Regulasi tersebut didasari pemahaman bahwa penyiapan udara bersih sangat penting. Selama ini, BBM yang digunakan di Indonesia masih berstandar Euro2 yang memiliki gas buang dengan kandungan sulfur hingga 300 part per million (ppm).

Untuk Euro 4, teknologi yang digunakan ialah angka pada bahan bakar research octane number (RON) minimal 92 dan kandungan sulfur dalam gas buang seharusnya mencapai 50 ppm. “Kalau standar gas buang sulfurnya 50 ppm, kualitas udara perkotaan akan jauh lebih baik," ucap Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK MR Karliansyah,” dikutip dari laman Media Indonesia.

Selama ini, belum adanya regulasi dan infrastruktur BBM berstandar Euro4 membuat industri otomotif memproduksi kendaraan dengan teknologi Euro2 untuk kebutuhan dalam negeri dan kendaraan berteknologi Euro 4 untuk keperluan ekspor saja.

TAG :

 
bahan   bakar   minyak   euro   4   bbm   euro   4   federal   mobil