Federal Mobil
19 September 2018

Kenali Bahaya Menambah Oli Lama dengan Oli Baru

Peran pelumas atau oli dalam sebuah mesin kendaraan memiliki peran yang cukup krusial. Untuk itulah penggunaan pelumas pada mesin harus benar-benar diperhatikan oleh pemilik kendaraan. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pemilik kendaraan adalah menambahkan oli atau tap oli lama dengan oli baru tanpa menggantinya.

Kesalahan ini cukup sering dilakukan oleh pemilik mobil lantaran memiliki dampak yang cukup berbahaya pada mesin mobil. Salah satu bahaya yang mengintai pemilik mobil saat menambahkan oli lama dengan oli baru adalah timbulnya endapan.

Oli mobil lama yang ada pada mesin mobil sebaiknya tidak dicampurkan dengan oli yang masih baru. Hal tersebut karena oli lama sudah mengandung pembakaran dan juga endapan yang cukup berbahaya bagi mesin. Sedangkan oli baru tidak mengandung hal tersebut. Saat keduanya bercampur, dikhawatirkan akan merusak komponen yang ada pada bagian dalam mesin.

"Kalau pelumas yang baru dengan yang lama beda, ditakutkan tidak cocok. Kalau sudah begini, olinya bisa terpisah dan bukannya tidak mungkin terjadi endapan,” ujar Shofwatuzzaki, B2C Lubricants Technical Manager PT Shell Indonesia dikutip dari laman Liputan6.com.

Meski menimbulkan efek negatif, ternyata penambahan oli baru ini masih dipercaya mampu memperpanjang waktu penggunaan. Yang menjadi masalah adalah, jika ada kerusakan sang pemilik kendaraan tidak akan paham mengenai hal ini. Tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah oli baru dan lama sesuai, tidak diketahui juga berapa perpanjangan durasi penggunaan oli ketika yang baru dimasukkan.

Daripada menduga atau menambahkan oli lama dengan oli baru, pria yang akrab disapa Zaki ini mengatakan sebaiknya pengguna mobil mengganti oli secara menyeluruh. "Daripada menduga-duga, memang baiknya diganti seluruhnya," sambungnya. Wah, cukup bahaya juga ya.

TAG :

 
oli   lama   oli   baru   efek   tap   oli   lama   efek   tap   oli   baru