Alexa
Federal Mobil
08 April 2019

Sama-sama Oli, Tapi Oli Mesin Bensin dan Diesel Tetap Berbeda, Lho!

Pelumas mesin mobil saat ini bisa dibilang cukup banyak. Hal tersebut dikarenakan juga dari banyaknya spesifikasi mesin yang dibuat oleh pabrikan mobil. Spesifikasi ini tentunya berbeda antara setiap mobil. Salah satu yang cukup membingungkan adalah mesin bensin dan mesin Diesel. Kendati sama-sama oli, ternyata oli mesin untuk mobil bensin dan mobil Diesel ternyata memiliki perbedaan.

Jadi, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan oli mesin bensin di mobil Diesel atau sebaliknya. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan oli mesin Diesel dan oli mesin bensin memiliki kandungan berbeda. Kandungan viskositas atau kekentalannya sangat berbeda. Selain itu, kandungan detergen dari kedua pelumas juga cukup berbeda. Seperti dikutip dari laman GridOto.

“Oli diesel memiliki viskositas yang lebih kental dan kandungan detergen yang lebih banyak dari oli bensin," ucap Deni Suhendar. Service Consultant Mitsubishi Kebon Jeruk Jakarta Barat, dikutip dari GridOto. Ia menjelaskan jika oli mesin Diesel memerlukan viskositas dan detergen yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh karakter mesin Diesel yang diharuskan bertahan dalam temperatur tinggi.

Oli mesin Diesel juga harus mampu menahan deposit dari pembakaran solar. Solar ini mengandung parafin yang cukup banyak serta kandungan sulfur. “Kalau mobil bermesin diesel, dipaksa untuk memakai oli bensin, maka itu dapat membuat mesin diesel cepat jebol, karena oli bensin tak kuat menghadapi cara kerja dan hasil pembakaran di ruang mesin diesel,” sambungnya.

Agar tidak keliru, Anda dapat memeriksa pelumas mesin Diesel dengan logo pada kemasan. Biasanya, pada kemasan terdapat peruntukkan untuk mesin apa. Misalnya mesin Diesel, pada bagian depan botol tertera kata Diesel yang berarti merupakan peruntukkan untuk mesin Diesel. Anda juga dapat memeriksa cara lain dengan menggunakan kode American Petroleum Institute (API) pada kemasan pelumas.

Pada pelumas mesin Diesel, kode API yang digunakan adalah huruf C (Compression) dan diikuti oleh satu huruf di belakangnya. Semakin tinggi huruf keduanya, berarti spesifikasi pelumas tersebut semakin baik untuk mesin Diesel. Misalnya CF, CG, CH akan semakin baik. Namun beberapa produsen oli yang membuat oli agar bisa dipakai oleh mesin Diesel atau bensin sekaligus. Oli tersebut punya dua ciri khas kode, misalnya SH/CD, SL/CF, atau CF/SJ.

Pada mesin bensin, API dimulai dengan huruf S. Biasanya, kode oli yang tertera pada mesin bensin adalah SA, SB, SC, SD, SE, dan SF. Sedangkan pada mesin Diesel, kode yang mengikuti huruf C adalah CA, CB, CC, dan CD.