Alexa
Federal Mobil
14 June 2019

Seberapa Seringkah Spooring dan Balancing Harus Dilakukan?

Kondisi mobil yang kurang nyaman biasanya dialami para pemilik mobil karena umur pemakaian kendaraan yang telah panjang. Salah satunya adalah kondisi roda yang sudah mulai tidak lurus dan seimbang. Hal ini disebabkan karena ban mobil cukup sering melindas jalan rusak dan berlubang. Maka dari itu, mobil perlu perbaikan yang bernama spooring dan balancing.

Sebelum membahas spooring dan balancing, ada baiknya kamu lebih memahami apa itu spooring dan balancing. Spooring sendiri merupakan penyetelan kaki-kaki mobil agar sesuai dengan settingan pabrik. Sedangkan balancing sendiri merupakan penyetelan yang dilakukan pada bagian roda. Pada saat balancing, biasanya ban ditambahkan alat berupa timah.

Lalu, berapakah waktu yang ideal untuk melakukan spooring dan balancing ini? "Untuk melakukan spooring atau balancing sebenarnya tidak ada patokan waktu yang baku. Semuanya tergantung cara membawa atau berkendara dari pemilik mobil itu sendiri," ucap Didi Ahadi selaku Technical Service Toyota Astra Motor (TAM) dilansir dari GridOto.com.

Namun, beberapa bengkel terpercaya dan mekanik resmi mengatakan jika balancing dilakukan setiap 10 ribu kilometer sekali. "Saat ban di rotasi, maka tingkat balance roda juga pasti akan berubah. Nah, disini dilakukan balancing ulang," tambah Didi. Namun, ada beberapa indikator yang dapat dijadikan sebagai waktu patokan untuk spooring dan balancing. Biasanya mobil yang setirnya sudah mulai tidak ‘berlari’ atau tidak stabil ini merupakan salah satu ciri ban mobil sudah harus di balancing.

Sedangkan spooring sendiri sebaiknya dilakukan setiap 3 hingga 4 bulan sekali. Bagaimana untuk mengetahui mobil sudah harus di spooring? Caranya dengan menjalankan mobil dengan kecepatan rendah di angka 40-50 km/jam. Biarkan mobil berjalan lurus dan lihat setirnya, apakah bergoyang ke kanan atau ke kiri. Bila mobil berjalan tidak lurus, itu sudah menjadi tanda bahwa mobil harus di spooring.

Salah satu penyebab mobil menjadi cepat di spooring dan balancing adalah perilaku pengemudi yang cenderung ugal-ugalan. Contohnya adalah dengan sering melewati jalan berlubang tanpa melakukan pengereman. Atau melindas speed bump atau polisi tidur tanpa melakukan pengereman. Jika mobil yang sudah harus di spooring dan balancing didiamkan begitu saja, akan ada efek yang ditimbulkan. Salah satu efek yang ditimbulkan adalah ketidaknyamanan dalam berkendara dan yang paling sering dialami adalah ban mobil habis tidak merata.

Ban mobil akan menjadi habis tidak merata, atau botak hanya di bagian sebelahnya saja. Bagaimana, sudah lebih paham tentang kapan waktu terbaik melakukan spooring dan balancing kan? Jika sudah paham, yuk bawa mobil kesayangan kamu ke bengkel spooring dan balancing terdekat.